Telaga Emfote (Danau Love), Keindahan Tersembunyi di Jayapura

Telaga Emfote (Danau Love), Keindahan Tersembunyi di Jayapura

Awalnya tidak terlalu berharap bisa melihat keindahan alam Papua dengan kunjungan sehari di Jayapura. Karena persepsi saya keindahan tanah Papua ini terfokus di Raja Ampat saja, berhubung tidak banyak tulisan dan referensi mengenai wisata di Jayapura.

Ucapan selamat datang dari Danau Sentani
Ucapan selamat datang dari Danau Sentani

Akhirnya dapat referensi dari teman suami yang pernah menetap di Jayapura untuk mengunjungi danau love atau danau cinta. Akhirnya kami ikuti saran tersebut.

Perjalanan dari Bandara Sentani menuju danau cinta atau danau love ini memakan waktu sekitar satu jam lebih. Sepanjang perjalanan menyusuri danau Sentani, mata sangat dimanjakan dengan pemandangan indah danau sentani dengan barisan pebukitan berwarna hijau yang berjejer di seberang danau yang mengingatkan kami dengan pemandangan di New Zealand. Ngga percaya ?? Silakan anda buktikan dengan foto-foto di artikel ini.

Perjalanan menuju Danau Love
Perjalanan menuju Danau Love
Pegunungan dengan padang rumput hijau yang luas
Pegunungan dengan padang rumput hijau yang luas

Setelah meninggalkan danau sentani, jalanan mulai mengecil namun kondisi aspal beton yang cukup baik. Akhirnya kami memasuki kawasan danau love ini, sebelum memasuki kawasan danau kami dikenakan retribusi oleh masyarakat setempat sebesar Rp. 50 ribu untuk mobil dan Rp.20 ribu untuk motor. Masih oke lah tarifnya, karena hanya sekali tagih saja dan tidak berulang ditagih setiap kelokan oleh warga lain😁👍

Talaga Emfote yang tenang dan sepi
Danau Love (Telaga Emfote) yang tenang dan sepi

Danau ini dinamakan Talaga Emfote oleh masyarakat setempat, namun oleh pengunjung menamakan danau cinta atau danau love karena bentuk danau yang seperti hati.

Pemandangan seperti bukit Tetelubbies
Pemandangan seperti bukit Tetelubbies

Pemandangan di tempat inj benar-benar bikin adem. Kami manfaatkan untuk mengabadikan setiap keindahan alam di sini sekalian piknik menikmati bekal makan siang nasi kuning yang dibeli sebelum berangkat. O ya, nasi kuning merupakan makanan halal yang paling banyak dijumpai di kota Jayapura, dijual oleh warga pendatang dari Makassar.

Pemandangan 360 derajat semua indah
Pemandangan 360 derajat semua indah

Kami sarankan sebelum berangkat ke tempat ini, beli makanan untuk bekal karena tidak ada restoran di wilayah ini. Jangan lupa bawa kembali sampah atau masukan ke keranjang sampah yang tersedia. Karena walaupun pengunjung masih terbilang sedikit, namun meninggalkan banyak sampah di antara padang rumput yang indah. Jangan ditiru ya..

Piknik dengan view bintang 5
Piknik dengan view bintang 5

Sepulang dari telaga emfote, kami mampir ke restoran Christo yang direkomendasikan oleh teman, berada tepat di pinggir danau Sentani. Tidak susah menemukan restoran ini karena selain merupakan yang terbaik, hanya ada 2 atau 3 restoran yang berada di pinggir danau Sentani.

Untuk menu, saya sarankan pilih menu sop ikan dan masakan ikan lainnya, jika ingin mencoba papeda yang merupakan makanan pengganti nasi masyarakat Papua, juga bisa dicoba disini. Pilihlah duduk di pinggir danau yang menghadap langsung ke danau dan barisan bukit berwarna hijau cerah dengan bonus pemandangan pesawat yang datang dan pergi menuju bandara Sentani.

Nelayan di Pinggir Danau Sentani
Nelayan di Pinggir Danau Sentani

Selamat makan dengan pemandangan danau Sentani yang sangat cantik. Dijamin Anda akan betah berlama lama duduk di sini😍😍

Makan dengan pemandangan Danau Sentani
Pemandangan Danau Sentani
Menunggu sunset sambil menikmati papeda
Menunggu sunset sambil menikmati papeda

Bagi yang ingin berkunjung ke Jayapura, berikut saya share beberapa info yang mungkin dibutuhkan.

Sewa Mobil & Driver di Jayapura

Kami rekomendasikan contact Pak Rustam 0852-4414-2062. Sewanya cukup bersahabat yaitu Rp.500 ribu seharian all in (mobil, driver dan bensin).

Tempat makan halal di kota Jayapura
Sebelum berangkat ke Jayapura saya sempat berniat membawa rice cooker beserta lauk. Karena saya pikir akan susah mencari makanan halal di kota ini. Ternyata persepsi ini salah besar. Hampir 50 persen penduduk Jayapura merupakan pendatang dari Makassar, Bugis, Jawa dan suku lainnya di Indonesia yang beraga Islam. Jadi seperti kota lainnya alhamdulillah sangat mudah menemukan makanan halal di kota ini😁

Berikut beberapa restoran yang direkomendasikan teman suami :
Duta Cafe
Rumah Laut
B-One
Cirita Cafe
Blue Cafe

Ole-ole Khas Jayapura
1. Souvenir seperti koteka dan lainnya bisa mengunjungi pasar Hamadi

2. Jika ingin beli makanan seperti abon gulung bisa dilakukan di A.P.O yang berada di sebelah kantor jasa raharja

3. Keripik keladi khas Jayapura dapat dibeli di Supermarket Carlitos, Sagu Indah Plaza.

Harga Tiket ke Jayapura dan Living Cost

Untuk harga tiket pesawat, harga termurah yang saya peroleh untuk tanggal keberangkatan di bulan november adalah 3 jutaan pulang pergi dengan maskapai Citilink. Jika direncanakan jauh hari tentunya bisa dapat harga lebih murah.

Surprisingly, Living cost di Jayapura ternyata hampir sama dengan Jakarta. Hal ini bisa kita lihat dari harga bahan bakar kendaraan yang mengikuti harga nasional dan nasi kuning dengan sepotong ikan ekor kuning atau sepotong ayam bisa diperoleh dengan harga Rp.15 ribu.

Jadi jangan parno untuk datang berkunjung dan traveling ke Jayapura ya..

Happy traveling..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *