Menempuh 3.456 KM Menikmati Keindahan New Zealand (Part 1)

Menempuh 3.456 KM Menikmati Keindahan New Zealand (Part 1)

KIA ORA…

Akhirnya menginjakan kaki di negeri Kiwi, New Zealand. Pemandangan dari atas pesawat sebelum landing di bandara Queestown sudah menyajikan keindahan luar biasa yang semakin membuat kami excited memulai petualangan di negeri Lord of The Ring ini. Benar-benar terlihat seperti surga dengan view seperti wall paper di setiap sudut negeri.

Selama 10 hari ke depan, saya berdua suami akan menjelajahi kedua pulau New Zealand yaitu North Island dan South Island. Secara hitungan waktu terlihat tidak masuk akal, namun kami tidak mau rugi kehilangan destinasi yang semua terlihat menarik untuk dikunjungi. Menurut beberapa sumber yang kami baca, cara terbaik dan terfavorit untuk menikmati keindahan New Zealand adalah dengan mengendarai Campervan. Dan kamipun mengikutinya.

Here we go…

Day 1, 2 Nov 2016 : Queenstown – Te Anau

Begitu landing di Queenstown kami langsung menelepon Britz, perusahaan campervan yang akan kami gunakan untuk menjemput kami di bandara dan mengantar kami ke kantor mereka. Britz merupakan salah satu perusahaan campervan terbesar dan paling banyak terlihat di jalanan New Zealand.

Selama perjalanan ini kami menggunakan 2 model campervan. Pertama 6 berth motorhome dari Britz (kapasitas 6 orang) dan yang kedua campervan 2 berth dari Apollo (kapasitas 2 orang). Kedua campervan kami gunakan secara gratis karena memanfaatkan penawaran relocation dari kedua perusahaan tersebut. Jadi kami hanya menanggung asuransi (optional), fuel, surcharge kelebihan kilometer. Untuk harga sewa normal saat saya cek sebelum keberangkatan cukup mahal. Untuk 2 berth campervan sekitar 2,5 juta per hari, sedangkan motorhome 6 berth lebih mahal yaitu 3,5 juta perhari dan itupun belum termasuk sewa perlengkapan seperti GPS, selimut, handuk,  meja dan kursi untuk piknik. Untuk tips memperoleh penawaran relocation ini telah saya tulis di Menikmati Sewa Gratis Campervan di New Zealand melalui Fasilitas Relocation Car

Britz Campervan Kapasitas 6 tempat tidur
Britz Campervan Kapasitas 6 tempat tidur

Inilah kendaraan sekaligus akomodasi yang kami gunakan mengelilingi South Island selama beberapa hari ke depan, jenis Motorhome 6 Berth dengan kapasitas maksimum 6 orang. Fasilitas dapur lengkap (kompor 4 tungku, kitchen sink, kulkas, oven, toaster, lengkap dengan peralatan masak dan makan), kamar mandi yang terpisah 2 bagian, yaitu shower dan toilet, lemari tempat penyimpanan baju, makanan dan lainnya serta bangku penumpang yang pada malam hari dapat disulap menjadi tempat tidur. Barangkali ada bertanya, tonjolan seperti kotak di atas cabin driver tempat apa? Ini adalah tempat tidur double bed, disediakan tangga untuk ketingkat 2 tersebut. Terlihat kecil dari luar, tapi kondisi di dalam cukup lapang dimana orang dewasa bisa dengan posisi duduk di dalamnya.

Bisa dibilang seperti rumah berjalan, semua yang dibutuhkan tersedia di kendaraan. Interiornya juga apik, sehingga tidak ada kesan sumpek. Saya langsung jatuh cinta dengan motorhome ini. Brangkaaatt..!!

Selain keindahan alamnya, Queenstown terkenal dengan aktivitas alam yang memacu adrenalin, dan kamipun tidak mau ketinggalan mencoba salah satu permainan air Shotover Jet. Permainan motorboat dengan kecepatan tinggi menyusuri dinding tebing yang tinggi dan dengan sengaja dipepet ke dinding karang, dan di ujung batu karang tiba-tiba Mike si pengemudi motorboat dengan pengalaman lebih dari 10 tahun akan memutar boat 360º. Seruuu bangeet!!

Tidak hanya permainannya yang seru, lokasinya pun tidak kalah memukau dengan background pegunungan hijau, kiri dan kanan sungai terlihat barisan pinus dan di sisi lainnya berganti dengan tebing karang melewati jembatan tinggi yang cantik.

Area Stopover Jet berada di lembah dikelilingi tebing tinggi
Area Stopover Jet berada di lembah dikelilingi tebing tinggi

Puas menikmati Shotover Jet, kami langsung menuju kota Te Anau. Perjalanan Queenstown – Te Anau menyajikan pemandangan indah sejauh mata memandang. dimulai dengan menyusuri Lake Wakatipu di Queenstown, kemudian digantikan dengan keindahan Lake Te Anau.

Sebelum memulai perjalanan, kami singgah di supermarket untuk belanja bahan masakan dan makanan selama beberapa hari ke depan. Daging sapi, ayam, sayuran, buah, cemilan, roti dan berbagai bumbu masak. Alhamdulillah seluruh daging sapi dan ayam (merek brinks & tegel) yang dijual di supermarket HALAL karena New Zealand melakukan eksport ke beberapa negara Islam di dunia. Jadi insya allah tidak ada kendala dengan makan di New Zealand.

Keuntungan melakukan perjalanan di musim Semi/ Spring, siangnya lebih panjang. Matahari terbit sekitar pukul 05.30 dan terbenam di pukul 20.30. Sebagai informasi, barangkali belum semua mengetahui jika musim di New Zealand berlawanan dengan musim di Eropa. Jika November merupakan musim Gugur/Autumn di Eropa maka di New Zealand terjadi sebaliknya yaitu musim Semi/Spring. Namun New Zealand memiliki perubahan cuaca yang cukup ekstrim dimana dalam hari yang sama cuaca bisa mengalami perubahan dari spring, tiba-tiba dingin bahkan kadangkala turun hujan salju seperti Winter, dan beberapa jam kemudian kembali panas dengan sinar matahari yang terang. Seperti yang kami alami esok hari, yang melalui deretan gunung bersalju diiringi hujan salju dengan suhu 0º Celcius, padahal saat ini adalah penghujung musim semi.

Pemberhetian pertama campervan malam ini kami memilih di Te Anau Lakeview Holiday Park yang tergabung dalam group KIWI Holiday Park salah satu jaringan terbesar di New Zealand. Namun kami sampai jam 10 malam dengan kondisi gelap, hujan dan dingin dengan suhu 5º Celcius, jadi begitu parkir saya tidak berani keluar dan memaksimalkan semua fasilitas yang ada di dalam campervan.

Day 2, 3 Nov 2016 : Te Anau – Milford Sound – Catlins

Hari ini kami akan menyusuri salah satu fiord terbesar dan terindah di New Zealand, yaitu Milford Sound. Belum sampai ke Milford Sound, lagi-lagi pemandangan dari Te Anau ke Milford Sound memberikan kejutan yang tiada henti. Jalanan mendaki menyusuri barisan gunung batu bersalju dengan beberapa aliran glacier yang mencair dari puncak gunung membentuk anak sungai yang indah di gunung-gunung karang.

Dan sampailah kami di must visit destination nya.. Milford Sound !! Waktu masih pukul 9.00 Pagi. Kami memesan kapal untuk tour selama 3 jam  pukul 10.00 , yang sudah termasuk paket makan siang dengan chicken burger dan masuk deep sea aquarium.Pemandangan sangat indah, di kiri, kanan, depan terlihat barisan pegunungan tinggi dengan puncak berselimut es.

Pemandangan Dermaga Milford Sound
Pemandangan Dermaga Milford Sound

Selama tour kami beruntung melihat sekumpulan singa laut yang sedang bermain di atas batu karang, dan juga beberapa penguin mata kuning yang sedang berenang. Selain itu, banyak terlihat air terjun yang berasal dari glacier mencair di dinding gunung, dan keindahannya dilengkapi dengan munculnya pelangi hampir di setiap ujung air terjun.

Keindahan alamnya tidak hanya sewaktu di kapal, di dermaga pun semua terlihat indah, dan sangat sayang jika tidak dimanfaatkan untuk foto. Haha.. dasar turis Indonesia..

Puas sekitar 5 jam menikmati keindahan Milford Sound, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Catlins dan singgah di kota Te Anau untuk isi bahan bakar. Kota kecil ini sangat cantik dan apik. Saya sempat mengabadikan beberapa sudut kotanya.

Keindahan Lake Te Anau
Keindahan Lake Te Anau

Selama 2 hari sebelumnya disuguhi pemandangan danau dengan latar belakang barisan pegunungan hijau dan pegunungan batu berselimut salju, hari ini pemandangan didominasi dengan padang berbukit naik turun dengan warna hijau cerah dan cantik bangett! Seperti bukit pada film Teletubbies, tapi ini jauh lebih indah.

Perjalanan menuju Catlins
Perjalanan menuju Catlins

Semakin cantik dengan ratusan atau mungkin ribuan domba, sapi, kuda yang bergerombolan sedang merumput. Bahkan juga ada binantang Lama dan Bison. Saya langsung mengambil beberapa gambar untuk dikirimkan untuk si cantik Sheeva dan Deanna di rumah.

Apakah gambar favorit mereka ?? Ternyata bukan hewan Lama yang jarang-jarang dilihat, tapi justru mereka paling menyukai anak sapi belang putih hitam. hehee..

Padang rumput dengan hewan gembala menjadi pemandangan hampir di seluruh New Zealand, baik North Island maupun South Island. Namun berdasarkan rute yang kami tempuh, padang rumput terindah adalah yang berada dalam perjalanan Te Anau menuju Catlins. Warna rumputnya hijau segar banget dan sangat mulus dan bersih seperti permadani hijau. Walaupun mata ngantuk akibat kemalaman di Te Anau kemarin, tapi mata tidak merem karna takut kelewat pemandangan indah berikutnya. Wow effect yang tiada henti. Akhirnya kamera selalu di genggaman tangan dengan kondisi “On” dan berusaha mengabadikan view indah dari jendela mobil berkecepetan 80km per jam. Hahahaa.. Akibat Pak Supir Willy tidak mau berhenti tiap sebentar khawatir kemalaman lagi sampai Holiday Park seperti kemarin.

Dan setibanya di Holiday Park, kejutan indah berikutnya pun datang. Lokasinya di salah satu padang rumput yang persis bersebelahan dengan peternakan domba dan pemandangan permadani hijau dengan tekstur naik turun.

foto hillview holiday park

Day 3, 4 Nov 2016 : Catlins – Dunedin – Twizel – Lake Pukaki

Catlins merupakan tempat yang bagus untuk hunting Penguin, yaitu di Curio Bay atau Nugget Point. Rencananya setelah subuh mau hunting Penguin Nugget Point agar bisa melihat moment Penguin keluar dari sarangnya menuju ke laut pada saat matahari terbit. Namun karena bangun kesiangan, Gagaal.. Mau menunggu moment sunset saat Penguin pulang ke sarangnya, juga tidak memungkinkan karena sore sudah harus sampai di Twizel. Tadinya berharap bisa mengirimkan foto dan video penguin yang lagi jalan beriringan untuk anak-anak di rumah, karena kemarin hanya dapat foto penguin lagi berenang. Ya.. sudahlaah..

Ladang bunga di sepanjang jalan
Ladang bunga di sepanjang jalan

Akhirnya kami tetap mengunjungi Nugget Point namun bukan untuk Penguin, sekedar melihat view di sana yang katanya indah. Dan ternyata woow.. surprise berikutnya pun datang. Setelah kemarin melihat pemandangan padang rumput hijau, pegunungan dan danau, sekarang giliran pantai indah yang dilihat dari atas bukit dengan pecahan batu karang berwarna hitam di pantainya. Di atas batu karang terlihat beberapa ekor singa laut sedang bermain.

Pemandangan East Coast
Pemandangan East Coast Catlins

O ya, Nugget point merupakan lokasi mercu suar yang sudah tidak berfungsi lagi, dengan pemandangan yang indah. Dari Nugget Point kami menyusuri jalur pinggir pantai menuju Dunedin. Sebelum berangkat ke New Zealand, saya berharap dapat melihat mekarnya bunga lupin di sepanjang jalan. Bunga Lupin merupakan bunga liar cantik yang memiliki beberapa warna umumnya ungu, namun juga ada warna pink dan kuning. Biasanya bunga bunga puncak mekarnya adalah di ujung musim semi, makanya saya tetapkan berangkat di bulan November karna berharap bisa melihat mekarnya bunga lupin (selain pertimbangan suhu yang tidak terlalu dingin). Namun ternyata Lupin merupakan bunga yang puncak mekarnya di musim panas, sehingga masih sulit ditemukan pada saat kunjungan kami. Terlihat beberapa lupin berwarna kuning di pinggir jalan namun masih beberapa tangkai.

View 360° dari Nugget Point
View 360° dari Nugget Point

Saat istirahat makan siang, kami berhenti di lokasi stop pinggir pantai. Pemerintah New Zealand menyediakan banyak tempat istirahat di pinggir jalan, baik untuk sekedar melihat pemandangan, piknik, maupun untuk toilet. Di pinggir pantai, kami dapati seekor singa laut yang berlindung di bawah pohon dengan badan berlumur pasir. Kami dekati dengan jarak 5 meter tapi tidak bergerak namun matanya awas. Tadinya saya kira terluka atau sakit, tapi menurut suami saya sepertinya mau melahirkan dan mengajak saya menjauh karena singa laut termasuk binatang buas.

Tujuan kami berikutnya adalah Lake Pukaki, dalam perjalanan kamidi kota Dunedin, kota yang kaya dengan bangunan dengan desain victorian yang klasik dan cantik,  dan juga melewati kota Twizel. Twizel merupakan kota kecil yang cantik dengan pemandangan indah di sekeliling kota, dengan latar belakang pemadangan Mount Cook dengan puncak berselimut salju.

Danau kecil di Twizel
Danau kecil di Twizel

Di Twizel kami menyempatkan diri mengisi persediaan air bersih sekaligus membongkar pembuangan campervan. Fasilitas ini disediakan secara gratis dari pemerintah, umumnya tersedia di kota-kota yang banyak di kunjungan turis atau menjadi rute perjalanan turis yang berkendara dengan campervan.

Malam ini sesuai itinerary kami bermalam di freedom camping site di pinggir Lake Pukaki. Dan… woooww berikutnya.. menurut saya Lake Pukaki merupakan danau terindah yang ada di New Zealand. Pemandangannya sangat sempurna. Danau yang sangat luas, berwarna turqouis, diseberang danau berbaris pengunungan hijau dan juga Mount Cook dengan puncak diselimuti salju. Jika matahari tertutup awan, warna danau kembali menjadi biru dan menampilkan bayangan pegunungan seperti cermin di sepanjang danau. Sedangkan di pinggir danau, terdapat hutan pinus yang memberikan ambience yang menyejukan. Perfect!!

Karena terbuai dengan suasana yang luar biasa ini, kami memutuskan untuk menyudahi perjalanan hari ini dengan menikmati keindahan Lake Pukaki. Dan melewati kunjungan ke Mount Cook village. Freedom camping site ini disediakan oleh pemerintah New Zealand tanpa dipungut biaya namun juga tanpa fasilitas penerangan, toilet dan lainnya. Jadi yang diperbolehkan menginap hanya kendaraan self contained yang dilengkapi dengan toilet dan sudah memperoleh sertifikat yang ditempel di kaca kendaraan.

Bersantai memandang keindahan Lake Pukaki

Malam hari, kami tidur dengan membiarkan jendela tanpa kain penutup sehingga bisa melihat pemadangan di luar dan serasa tidur beratap langit. Kapan lagi bisa melihat pemandangan malam yang indah, tanpa penerangan sama sekali sehingga bisa melihat keindahan langit bertabur bintang dan bulan sabit yang pancarannya menerangi kelamnya air danau. Mengalahkan suasana tidur di Resort bintang 5. Masha Allah… indahnya😍🙏

Day 4, 5 Nov 2016 : Lake Pukaki – Lake Tekapo 

Besok paginya, kami memutuskan untuk meneruskan bersantai di Lake Pukaki hingga siang hari. Rasanya berat hati meninggalkan camping site ini. Sementara puluhan campevan lain satu per satu meninggalkan lokasi hingga akhirnya hanya tersisa campervan kami. Mumpung tidak ada orang kami puaskan berfoto ria dengan berbagai angle yang semuanya indah untuk diabadikan. Teteuup.. orang Indonesia memang tidak bisa tahan untuk tidak foto-foto. Heheee…

Setelah shalat zuhur kami baru berangkat ke Lake Tekapo yang hanya berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan dari Lake Pukaki. Objek yang terkenal di sini adalah bangunan gereja tua di pinggir danau dengan latar belakang Mount Cook.

Surprise… ternyata kami menemukan bunga lupin yang bermekaran. Cantiiikkk!!! Alhamdulillah.. makasi ya Allah satu lagi “bucket list” check✅

Lupin si bunga cantik dengan background Lake Tekapo & Mount Cook
Lupin si bunga cantik dengan background Lake Tekapo & Mount Cook

Sore hari kami masuk ke Holiday Park berbayar berhubung harus charge power campervan karena malam sebelumnya menginap di freedom camping ground yang tidak ada fasilitas charge power. Makan malam kami lakukan sambil piknik di pinggir danau.

*Bersambung ke Menyusuri Keindahan West Coast South Island hingga North Island (New Zealand Part 2)

————————————————

Ternyata belajar Internet marketing dan bisnis online itu menyenangkan sekali.. Apalagi setelah bergabung di komunitas SB1M semua bisa satu milyar untuk mendapatkan income dari internet itu mudah dan ilmunya banyak sekali bisa diterapkan untuk bisnis apapun. Menariknya sudah ada kurikulum dan project-nya jadi bisa langsung belajar praktek dan menghasilkan... Tutorialnya selalu update dan ada mentornya.. huuwwwwwiiiwwww kereeeen bangeeeets..

Untuk informasi komunitas Sb1M hubungi : Sherly WA/SMS 08121034095

banner free member 300 x 250

8 thoughts on “Menempuh 3.456 KM Menikmati Keindahan New Zealand (Part 1)

  1. wow..keren s3kali..mba sherly..jadi mupeng banget..kok jadi pengen bawa anak2 ya..dan sewa van yg buat ber6 itu..insyaallah..ada rezeki sehat dan tentu nya cuti yg panjang..harus..kesana..pokoknya harus..hehehe

  2. Mba sherlyy…mantap bgt euy….narasinya ringan, easy bgt…ampe bingung bisa tau nama tempat yg agak ribet namax itu…mesti nyatet dulu ya mba…..2 jempol dech tulisannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *