Menyusuri Keindahan West Coast South Island hingga North Island (New Zealand Part 2)

Menyusuri Keindahan West Coast South Island hingga North Island (New Zealand Part 2)

Day 5, 6 Nov 2016 : Lake Tekapo – Christchurch – Hokitika

Pagi hari kami langsung menuju Christchurch untuk ganti campervan. Selama 5 hari ke depan kami akan menggunakan Campevan 2 berth berkapasitas 2 tempat tidur dari perusahaan Apollo.

Campervan Apollo Tourer 2 berth Mercedes Benz
Campervan Apollo Tourer 2 berth Mercedes Benz

Setelah urusan campervan selesai, kami sempatkan city sightseeing menyusuri kota Christchurch, sungai Avon dan juga mengunjungi Christchurch Garden City.

Sisa gempa tahun 2011 masih terlihat jelas di kota ini, dimana bangunan korban gempa masih banyak yang belum direnovasi.

Sisa gempa di kota Christchurch
Sisa gempa di kota Christchurch

Jika Venice memiliki tour Gondola, maka Christchurch memilili tour Punting the Avon dimana pengayuh perayu berpenampilan Victorian. Rencana awal ingin mengambil paket tour Punting Avon, namun sayang saat kami telpon tournya sudah berakhir pukul 17.30 sementara saat ini waktu sudah 17.30 dan kami masih berjalan kaki ke sana.

Punting the Avon

Akhirnya kami lanjutkan mengunjungi Garden City tak jauh dari lokasi Punting Avon. Taman kota ini tidak terlalu luas namun cantik. Pada gerbang masuk terdapat bangunan Victorian yang cantik digunakan sebagai cafe. Selain bunga-bunga indah, juga terdapat pohon-pohon tua dengan bentuk yang unik.

Jam 19.00 sore kami melanjutkan perjalanan menuju Hokitika melalui Arthur Pass. Sayang kondisi Arthur Pass sudah gelap waktu kami melewatinya dan tidak dapat melihat view yang katanya indah. Sampai di Hokitika sudah jam 23.30 malam, masuk Holiday Park berbayar kantornya sudah tutup. Kami langsung ambil posisi campervan dan pasang power listrik, besok pagi urusan administrasi bisa menyusul.

Benar-benar hari yang panjaang… yuk mari tiduur…

Day 6, 7 Nov 2016 : Hokitika – Franz Joseph Glacier – Punakaiki – Westport

Hari ini kami akan menyusuri jalur Westcoast, yaitu pantai barat New Zealand yang terkenal dengan keindahannya. Jalur mobilnya berliku tajam dan menanjak. Mirip dengan perjalanan menempuh jalur Sumatera Barat dan Utara kalau di Indonesia. Jalannya pun tidak terlalu luas.

Tujuan pertama hari ini, Okarito Lagoon tempat berkumpulnya burung-burung khas New Zealand, salah satunya burung Kiwi. Namun waktu kunjungan kami sepertinya kurang pas dengan jadwal bermain burung-burung tersebut jadi yang kami temui hanya burung Kea dan beberapa burung putih besar seperti camar dan lainnya.

Di Franz Joseph Glacier cuaca cerah, tadinya kami berencana naik Helicopter Glacier dan cuacapun sangat mendukung untuk helicopter bisa mendarat di atas puncak gunung glacier. Namun.. setelah ditimbang lagi sepertinya sayang juga uangnya. Paket paling murah hampir 3 juta rupiah /orang, berdua jadi totalnya 6 juta cuma untuk terbang 25 menit !! Berhubung suami saya pilot, naik helicopter bukan sesuatu yang wow baginya dan bilang ke saya : ngga sayang duitnya ?? Akhirnya kami putuskan, baliiiik.. Hahahaaa…

Menyusuri jembatan menuju Lake Matheson
Menyusuri jembatan menuju Lake Matheson

Sesuai itinerary, kami singgah ke Lake Matheson. Ternyata butuh waktu cukup panjang untuk sampai ke view yang bagus, berhubung kami harus mengejar sampai sebelum gelap di Punakaiki, maka kami hanya singgah sebentar sambil makan siang di pinggir Lake Matheson. Dalam perjalanan, kami temukan danau kecil persis di pinggir jalan, yaitu Lake Mapourika.

Kembali membahas pantai Punakaiki, disana terdapat objek wisata Pancake Rock. Tadinya destinasi ini bukan merupakan unggulan karena sewaktu browsing menyusun itinerary, tempat ini tidak terlalu menonjol. Namun setelah sampai di tujuan.. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah kami membatalkan naik helicopter glacier sehingga masih bisa sampai sebelum gelap menikmati keindahan pantai Punakaiki.

Sunset di Punakaiki dengan percikan ombak meletup tinggi ke atas tebing
Sunset di Punakaiki dengan percikan ombak meletup tinggi ke atas tebing

Lingkungan National Forest ini dikelola sangat baik oleh pemerintah dengan fasilitas yang sangat baik. Saya sempat mengira kalau Pancake Rock adalah batu karang seperti bola setengah lingkaran atau mirip pancake, tapi ternyata sangat jauh dari namanya. Yang kami temukan adalah Sekumpulan batu karang yang sangat tinggi tipis membentuk formasi lingkaran, sedangkan di tengahnya batu karangnya lebih rendah. Dan air laut bisa menembus ke tengah lingkaran batu karang tersebut, dan pecah tepat di tengah menyemburkan air yang tinggi. Benar-benar pemandangan yang spektakuler!!

Puaaass banget hari ini dengan ending yang luar biasa di Punakaiki. Perjalanan kami teruskan menuju Kiwi Holiday Park di Westport, karena membaca salah satu blog yang katanya bangun pagi didatangi sekumpulan burung merak. Pada saat check in kami menanyakan hal tersebut , namun jawaban pemiliknya kurang memuaskan. Memang banyak burung liar yang mendatangi Holiday park tersebut namun tidak ada burung merak. Berhubung sudah gelap, dingin dan lelah, kami memutuskan tetap menginap di sana.

Day 7, 8 Nov 2016 : Westport – Nelson – Picton

Sewaktu check in semalam, kami direkomendasikan oleh pemilik Holiday Park untuk mampir ke Seal Colony tempat singa laut berkumpul, melintasi swing bridge dan makan fish and chip yang terkenal enak di Nelson. Hyuuuks mareee kita samperin semua…

Holiday Park di Nelson
Holiday Park di Westport

Lokasi Seal Colony dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat, dan tidak mengenakan biaya kepada pengunjung. Hampir semua tempat wisata yang disediakan oleh pemerintah gratis tanpa biaya padahal pengelolaan dan fasilitasnya sangat baik. Kereen ya…

Tadinya berharap bisa melihat kumpulan singa laut dari jarak dekat, namun karena pertimbangan keamanan pengunjung maka view point berada sekitar 20 meter di atas batu karang tempat berkumpulnya singa laut. Kalau difoto sangat kecil  dan kurang jelas berhubung kami hanya mengandalkan camera smartphone dan GoPro. Jumlah singa laut yang terlihat sekitar belasan ekor, ada yang besar dan juga bayinya. Sepertinya jumlahnya jauh lebih banyak dari yang terlihat, karena warna batu karang tempat mereka bermain sewarna dengan bulu singa laut, jadi kurang terlihat jika mereka tidak sedang bergerak. Akhirnya foto-foto diri sendiri lagi ajaa.. 😁😁😁

Singgah sekaligus break sebentar di Swing Bridge, jembatan gantung sempit dan panjang sekitar 150 -200 meter menyebrangi sungai dengan lokasi yang jauh di bawah jembatan. Pemandangannya coool….!!!

Swing Bridge di Nelson dengan view memukau
Swing Bridge di Nelson dengan view memukau

Berhubung ini milik swasta, saat nya bayar.. biaya per orang NZD 10/orang, dan jika ingin Flying fox menyebrangi sungai dikenakan NZD 30.

Setelah puas bermain, kami lanjutkan perjalanan menuju Nelson kota pelabuhan yang cantik. Kami langsung menuju restoran Fish & Chip yang direkomendasikan pemilik Holiday Park kemarin. Wah.. sudah kebayang nikmatnya, apalagi saya mulai bosan dengan masakan sendiri dan sudah kangen jajan. Jadi saya sengaja tidak menyiapkan bekal untuk makan siang pagi tadi. Sesampai di lokasi, seperti biasa.. SOP kami adalah cek menu atau ingridient untuk menghindari makanan yang tidak halal. Ternyata restoran tersebut juga menyediakan menu bacon yang tidak halal, dan sirnalah bayangan makan enak yang sudah terbayang sejak pagi. Bye..byee.. fish and chip..

Di sebelah restoran ada toko bahan masakan beku, suami saya mengajak lihat-lihat barangkali ada yang lucu katanya. Ternyata mereka menjual makanan seafood beku yang sangat lengkap. Akhirnya kami beli sirip king salmon asap isi 12 potong, kerang jumbo dengan bumbu chili thai isi 250gr, tentikel cumi bumbu tepung dengan panjang hingga 15 cm isi 1kg (tentikel sepanjang itu, cuminya segede apa ya?? ), plus kentang potong siap goreng isi 1kg. Total NZD 40, untuk ukuran harga New Zealand sangat murah karena bisa kami konsumsi untuk 6-10 kali makan berdua. Bumbunya pun ternyata sangat mantaap.. Alhamdulillah.. untung restoran fish and chipnya tidak halal, justru dapat gantinya yang jauh lebih enak dan murah. Yakin deh.. setiap kesulitan akan diberikan 2 kemudahan.

Menjelang matahari terbenam kami sampai di Holiday Park berbayar. Sebenarnya ada Freedom Camping site dengan view yang indah tepat di pinggir pantai, berhubung besok jam 7 pagi kami sudah harus sampai di pelabuhan untuk menyebrang ferry menuju Wellington, North Island jadilah kami menginap di sini yang jaraknya sangat dekat dengan pelabuhan.

Day 8, 9 Nov 2016 : Picton – Wellington – Lake Taupo

Kami menggunakan Ferry Bluebridge melintasi melintasi Marlborough Sounds Maritime Park menuju Wellington. Tidak seperti  ferry lintas selat biasa, pemandangan dari ferry sangat indah dengan jajaran gunung di kiri kanan kapal, mirip dengan Milford Sound tapi versi kecilnya. Perjalanan ditempuh dalam 4 jam hingga akhirnya sampai di Wellington.

View dari dalam ferry menuju Wellington
View dari dalam ferry menuju Wellington

Kami melakukan city sightseeing di Wellington, mampir melihat Botanic Garden, Wellington Tram dan Harbour.

Wellington merupakan kota besar yang sibuk seperti kota besar di dunia lainnya. Namun jika dibandingkan dengan kota-kota di wilayah South Island sangat terasa berbeda. Biasanya melintasi kota-kota jarang bertemu orang, gaya menyetir yang santai dan sabar memberi kesempatan bagi kendaraan dari arah kanan untuk jalan terlebih dahulu, tidak pernah terdengar bunyi klakson mobil, orang yang ramah. Hal ini terasa berbeda di Wellington dimana di setiap sudut kota terlihat orang-orang jalan terburu buru, kendaraan agak ugal-ugalan, bunyi klakson, dan bahkan kami sempat diteriaki oleh mobil belakang karena jalan dengan kecepatan rendah.

Perumahan di Wellington cenderung lebih besar dan mewah dibandingkan kota kota di  South Island.

Sore hari kami sampai di Lake Taupo, dan memperoleh freedom camping site di pinggir danau dan berdampingan dengan harbour dan wisata air di Lake Taupo. Benar-benar lokasinya seperti Resort bintang 5 dengan biaya nihil alias gratis. Terdapat fasilitas penerangan, toilet luas yang bersih lengkap dengan air panas dan tissue toilet.

Parkir di pinggir danau dengan itik, angsa dan burung berenang di Lake Taupo
Parkir di pinggir danau dengan pemandangan itik, angsa dan burung berenang di Lake Taupo

View nya juara.. di depan campervan banyak itik liar, burung merpati putih, angsa hitam bermain, berenang dan beterbangan. di pinggir danau parkir 2 waterplan (pesawat kecil yang bisa landing di air). Alhamdulillah.. lagi-lagi dapat tempat nginap gratis dengan view spektakuler. Kereeen…!!

Day 9, 10 Nov 2016 : Lake Taupo – Mata Mata – Auckland

Hari ini merupakan terakhir kami berpetualang menggunakan Campervan, dan siang nanti saatnya mengembalikan campervan ke Auckland Internasional Airport. Perjalanan melalui kota Mata Mata yang terkenal dengan wisata Hobbiton. Berhubung kami sudah puas melihat keindahan alam di spektakuler di South Island, kami merasa tour Hobbiton yang lumayan mahal akan menjadi sangat biasa mengingat alam South Island merupakan bagian terindah dari New Zealand. Pertimbangan lainnya, pukul 13.30 kami sudah harus menyerahkan campervan.

Tiba-tiba di pinggir jalan kami melihat i-Site (kantor informasi turis) berbentuk rumah hobbit. Langsung parkir campervan, foto-foto bentar. lumayaanlah.. foto di rumah hobbit kw super. Hahaaa…

Replika Rumah Hobit
Replika Rumah Hobit

Selesai menyerahkan campervan di Apollo, kami menyewa mobil satu hari di Ezi Car Rental hingga besok sore. Lumayan untuk transportasi kami menjelang kembali ke tanah air besok malam. Langsung menuju kota Thames karena memenuhi undangan teman lama, Gerry. Karena besok pagi kami akan mengunjungi Coromandel yang berdekatan dengan kota Thames, kami putuskan untuk mencari penginapan di Thames. Lodge bintang 4 dengan harga NZD 165 / malam, berada di pinggir pantai dengan fasilitas sangat baik dan high speed wifi. Sewaktu masih di Jakarta saya sempat survey, memang arif hotel di New Zealand sangat tinggi, rata-rata hotel bintang 3 harganya di atas NZD 100/malam.

Senja di Lodge
Senja di Lodge

Berhubung waktu sudah sore dan harus segera beristirahat, setelah survey 2 penginapan dengan harga relatif sama akhirnya kami putuskan menginap di sini.

Day 10, 11 Nov 2016 : Cathedral Cove – Auckland

Menempuh perjalanan 1 jam berkendaraan, sampailah di lokasi wisata alam di Coromandel, yaitu Cathedral Cove yang merupakan karang bolong di kedua sisi dengan ukuran tinggi menyerupai atap bangunan gereja. Pemandangan ke laut lepas dari View Point sangat indah. Untuk menuju ke karang bolong yang menjadi icon Cathedral Cove, dibutuhkan waktu 35 menit berjalan kaki dengan rute menanjak dan menurun yang cukup membuat ngos-ngosan. Namun sepanjang perjalanan disuguhkan dengan pemandangan alam yang indah dan hutan dengan pepohonan berselimut lumut mirip hutan dalam film Lord of The Ring

Hutan Lord of The Ring
Hutan mirip di film Lord of The Ring

Dan sampainya di lokasi, terbayar sudah usaha kami menempuh perjalanan yang cukup panjang. Speechless.. silakan kira-kira komentar apa yang akan Anda ucapkan melihat foto di bawah ini

Cathedral Cove dengan view memukau
Cathedral Cove dengan view memukau

Sebenarnya sangat ingin bermain Cano di sini, berkeliling mengitari pemandangan indah lainnya yang tidak dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Namun mengingat kami sudah harus sampai di Aucland pukul 15.30 untuk mengembalikan mobil maka terpaksa puas dengan yang sudah dilihat.

Berakhirlah 10 hari petualangan kami di negeri Kiwi dengan ending yang sangat memuaskan. Total hampir 3.500 km jarak yang kami tempuh untuk menikmati keindahan alam New Zealand. Benar-benar alam yang menakjubkan, Jarak 3.500km terasa terlalu dekat dan waktu 10 hari terasa sangat singkat untuk menikmatinya.

Pasang niat, insya allah akan kembali bersama anak-anak dengan waktu yang lebih lama dan dengan rute yang lebih santai agar benar-benar bisa santai menikmatinya.

Sehari setelah kami sampai di tanah air, New Zealand mengalami Gempa hebat berkekuatan 7,6 Scala Richter dan diiringi tsunami di beberapa wilayah. Sebagian besar wilayah yang terkena Gempa merupakan rute perjalanan yang telah kami lalui. Semoga bencana alam tersebut tidak merusak keindahan alam New Zealand agar tetap dinikmati oleh seluruh penduduk dunia. AAmiin.. #PrayforNewZealand

Baca juga

Menempuh 3.456 km menikmati keindahan New Zealand (New Zealand Part 1)

– Menikmati Sewa Gratis Campervan di New Zealand melalui Fasilitas Relocation Car

———————————————-

Ternyata belajar Internet marketing dan bisnis online itu menyenangkan sekali.. Apalagi setelah bergabung di komunitas SB1M semua bisa satu milyar untuk mendapatkan income dari internet itu mudah dan ilmunya banyak sekali bisa diterapkan untuk bisnis apapun. Menariknya sudah ada kurikulum dan project-nya jadi bisa langsung belajar praktek dan menghasilkan... Tutorialnya selalu update dan ada mentornya.. huuwwwwwiiiwwww kereeeen bangeeeets..

Untuk informasi komunitas Sb1M hubungi : Sherly WA/SMS 08121034095

banner free member 300 x 250

One thought on “Menyusuri Keindahan West Coast South Island hingga North Island (New Zealand Part 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *