Istana Alhambra, Kejayaan Islam Terakhir di Andalusia

Istana Alhambra, Kejayaan Islam Terakhir di Andalusia

Alhambra merupakan kerajaan Islam terakhir yang berjaya di Andalusia (wilayah Spanyol Selatan) setelah runtuhnya satu persatu kerajaan Islam lainnya Cordoba dan Sevilla ke tangan kerajaan Spanyol.

Impian sejak lama untuk mengunjungi Istana Alhambra di kota Granada Spanyol ini akhirnya bisa terwujud dengan memanfaatkan weekend di sela sela jadwal training yang sedang dijalani suami di kota Toulouse Prancis pada saat itu.

Kunjungan ke Granada kami lakukan pada Juni 2013 lalu melalui kota Malaga karena tidak terdapat bandara international di Granada. Sesampai bandara Malaga, perjalanan dilanjutkan dengan bus menuju kota Granada selama kurang lebih satu jam 30 menit, kemudian dilanjutkan dengan naik mini bus yang nyaman ke istana Alhambra. Udara musim panas di Granada cukup panas dengan sinar matahari yang menyengat.

Granada kota yang tenang, rapi dengan bangunan seragam ala Renaissance dan kotanya cenderung sepi. Sesampai di istana Alhambra, karena masih pagi antrian turis belum terlalu panjang. Kami memutuskan membeli tiket paket untuk bisa mengunjungi seluruh bagian istana termasuk taman Generalife nya yang terkenal keindahannya. Paket ini sudah termasuk dengan fasilitas microphone berbentuk tongkat kecil berisi penjelasan trip di istana Alhambra.

Nasrid Palace, peninggalan arsitektur Islam yang indah
Nasrid Palace, peninggalan arsitektur Islam yang indah

Alhambra Palace

Bangunan di istana Alhambra dibagi menjadi tiga bagian yaitu : Benteng Alcazaba, Nasrid Palace dan  Generalife. Desain interior dan mozaik yang terdapat di Alhambra memperlihatkan kekhasan arsitektur islam yang dipenuhi tulisan kaligrafi, ukiran dan ornamen berbentuk tanaman. Diantara banyak ukiran kaligrafi, lafaz : Laa Ghaliba ilallah yang berarti tiada kemenangan melainkan milik Allah, terlihat mendominasi ukiran yang terpahat di dinding maupun di tiang-tiang bangunan.

Lafaz Laa Ghalibu ilallah pada dinding istana
Lafaz Laa Ghaliba ilallah pada dinding istana
Gerbang dan pintu dengan desain detail khas Islam
Gerbang dan pintu dengan desain detail khas Islam
Ceiling indah di salah satu bagian Nasrid Palace
Ceiling indah di salah satu bagian Nasrid Palace

Tempat kediaman pribadi keluarga sultan ditandai dengan halaman luas di tengah bangunan bernama Lion Fountain, yaitu air mancur berbentuk 12 patung singa yang berdiri melingkar mengeluarkan air dari mulutnya. Fungsi utama air mancur dari mulut singa tersebut dahulunya adalah sebagai air wudhu penghuni istana.

Terdapat sejarah menarik dengan air mancur ini dimana pada masa kesultanan islam, 12 patung singa ini mengalirkan air mancur dari mulutnya seperti penunjuk waktu. Jika waktu menujukkan pukul 4, maka air mancur mengalir dari 4 mulut singa, jika air mengalir dari seluruh mulut singa maka tandanya saat itu pukul 12. Ini berlaku sepanjang hari menyesuaikan dengan waktu seperti fungsi jam.

Air mancur tempat berwudhu yang berfungsi sebagai penunjuk waktu
Air mancur tempat berwudhu yang berfungsi sebagai penunjuk waktu

Setelah Alhambra lepas dari kekuasaan muslim, penguasa Spanyol memerintahkan untuk mengangkat kolam air untuk mengetahui cara kerja air mancur tersebut, namun mereka tidak berhasil menemukan jawabannya dan akibatnya merusak kerja air mancur tersebut yang tidak lagi bekerja sebagai penunjuk waktu. Mereka menyebabkan air mancur mengalir serentak ke 12 mulut singa seperti air mancur pada umumnya. Dan hingga kini tak satupun yang bisa mengembalikan kerja air mancur seperti semula yang mengalir sesuai urutan jam. Begitu tingginya ilmu pengetahuan bangsa Islam pada saat tersebut sehingga sulit bagi kerajaan Spanyol untuk menirunya.

Karena kekaguman Raja Charles V akan keindahan Istana Alhambra, akhirnya Raja memutuskan untuk mempertahankan keutuhan bangunan Alhambra dan membangun Palace of Charles V di bagian lain istana tanpa merusak bangunan asli Alhambra. Istana tambahan ini sangat berbeda tampilannya dengan bangunan istana Alhambra asli.

Istana Charles V dengan desain Renaissance
Istana Charles V dengan desain Renaissance

Di taman Generalife, kami terpukau dengan taman indah yang sangat luas dipenuhi dengan bunga, pohon-pohon cemara yang ditata dan dibentuk sedemikian rupa seperti dinding, gerbang, labyrin serta pagar dan semakin indah dengan banyaknya kolam dan patio dengan air mengalir seperti merefleksikan taman surga.

Taman di bagian dalam istana
Taman di bagian dalam istana

Selain itu juga banyak terdapat pohon jeruk orange valencia yang sedang berbuah lebat dengan warna orange berukuran besar menggantung di dahan pohon. Benar benar pemandangan taman yang sempurna😍😍

Lorong hijau yang dibentuk dari susunan pohon cemara menambah kecantikan taman
Lorong hijau yang dibentuk dari susunan pohon cemara menambah kecantikan taman
Gerbang pohon di beberapa bagian taman
Gerbang pohon di beberapa bagian taman

Sepertinya saat itu Sultan Alhambra mencoba untuk mewujudkan gambaran taman surga yang disebutkan di dalam Al Quran berbunyi :

“taman taman yang mengalir sungai di dalamnya serta buah buahan yang berlimpah”

Wallahu’alam..

Bunga berbagai jenis dan warna
Bunga berbagai jenis dan warna
Panas menyengat di musim panas tidak menghentikan keinginan kami untuk mengelilingi taman cantik ini
Panas menyengat di musim panas tidak menghentikan keinginan kami untuk berlama lama mengelilingi taman cantik ini

Dari istana Alhambra, perkampungan Albayzin terlihat indah dengan warna putihnya.

Perkampungan Albayzin terlihat indah dari istana Alhambra
Perkampungan Albayzin terlihat indah dari istana Alhambra

Posisi istana ini benar benar strategis dan berada di atas puncak bukit sehingga bisa melihat hampir ke seluruh arah.

Pemandangan lepas 360 derajat dari istana Alhambra
Pemandangan lepas 360 derajat dari istana Alhambra

Perkampungan Putih Albayzin

Setelah puas mengelilingi istana Alhambra sekitar hampir 4 jam, kamipun melanjutkan perjalanan ke pusat kota menuju meeting point walking tour Albayzin & Sacramento. Pagi hari tadi kami sempat membeli paket tour ini di stasiun bus Granada.

Alhambra dan Albayzin berdiri di dua sisi bukit yang berbeda yang dipisahkan oleh sebuah sungai. Albayzin merupakan perkampungan yang dibangun oleh bangsa muslim Moor pada zaman kejayaan Islam di Granada, perkiraan tahun 1013. Seluruh bangunan di kampung ini berwarna putih dengan desain carmen yang sangat khas dengan dinding tinggi putih dilengkapi dengan taman. Jalanan yang mendaki menurun dan gang yang sempit semakin menambah kecantikan kampung ini.

Perkampungan dengan gang sempit yang terlihat unik dan cantik
Perkampungan dengan gang sempit yang terlihat unik dan cantik
Pemusik jalanan di puncak perkampungan Albayzin dengan pemandangan Istana Alhambra dari kejauhan
Pemusik jalanan di puncak perkampungan Albayzin dengan pemandangan Istana Alhambra dari kejauhan

Setelah Granada jatuh ke tangan Spanyol, bangunan di kampung ini tetap dipertahankan hingga saat ini. Pada tahun 1984 lalu ditetapkan sebagai World Heritage dari UNESCO bersamaan dengan istana Alhambra yang berada di seberang kampung ini.

Selain bangunan yang cantik, adalagi peninggalan besar bangsa Moor di Albayzin ini berupa teknologi air bersih yang menggunakan perhitungan matematika dan fisika yang sangat rumit. Air bersih dialirkan dari salju abadi yang mencair  dari puncak pegunungan Sierra Nevada dengan pipa pipa yang sangat panjang dan kemudian dimasukan ke dalam penampungan di beberapa wilayah Albayzin hingga ke puncak bukit. Bangsa Spanyol pada saat itu mencoba untuk menemukan teknik pengairan tersebut, namun sama halnya dengan lion fountain (air mancur 12 singa) di istana Alhambra, mereka tidak berhasil menemukan rahasianya. Dan hingga sekarang setelah lebih dari delapan abad berlalu, air masih terus mengalir melalui pipa pipa tersebut tanpa pernah rusak. Kereen ya..👍👍

Kemegahan Istana Alhambra dari kejauhan
Kemegahan Istana Alhambra dari kejauhan dengan latar belakang pegunungan Sierra Nevada

Pada saat musim semi diadakan pemilihan teras tercantik di kampung ini. Setiap pemilik rumah berusaha untuk mendandani balkon dan terasnya dengan berbagai bunga, tanaman dan keramik. Ini adalah rumah yang menjadi pemenang pada musim semi tahun 2013 lalu saat kami berkunjung ke sana.

Pemenang teras terindah pada musim semi 2013
Pemenang teras terindah pada musim semi 2013

Disini kami temukan sebuah bangunan masjid yang aktif digunakan. Sayangnya kami tiba bukan pada jadwal sholat wajib sehingga kondisi masjid ditutup.

Masjid yang masih tersisa di Albayzin
Masjid yang masih tersisa di Albayzin

Transportasi ke Istana Alhambra Granada
– Penerbangan langsung ke kota Granada dari kota Spanyol lainnya seperti Madrid atau jika Anda dari negara lain karena Granada tidak memiliki bandara International, bisa terbang melalui kota Malaga dan lanjutkan dengan bus antar kota yang tersedia di luar bandara Malaga tujuan Granada dengan waktu tempuh 1,5 jam.
– Menuju istana Alhambra bisa menggunakan mini bus nomor C3 jurusan Plaza Isabel La Catolica-Alhambra dengan tarif €1,20 sekali jalan dan turun di halte Alhambra-Generalife 2
– Jika ingin mengunjungi perkampungan putih Albayzin, bisa naik mini bus nomor C1 jurusan Centro- Albaicin dengan tarif  €1,20, turun di halte Plaza de San Nicolas dan jalan kaki ke Mirador de San Nicolas untuk menikmati pemandangan utuh istana Alhambra dari puncak bukit
– Untuk mengetahui detail jalur dan rute minibus di Granada silakan cek di www.lovegranada.com/transport/granada-bus-map/.

Tips pembelian tiket istana Alhambra
– Mengingat tingginya kunjungan setiap harinya, untuk menghindari tidak kebagian tiket sebaiknya belilah tiket secara online jauh hari sebelumnya. Terutama tiket masuk ke Nasrid Palace dan Generalife yang seringkali sold out sebulan sebelumnya.
– Pembelian tiket online bisa dilakukan melalui www.ticketmaster.es atau cek infonya di www.lovegranada/alhambra/tickets
– Untuk bisa masuk ke benteng Alcazaba, Nasrid Palace dan Generalife, belilah paket General Alhambra seharga €15,40 per orang. (Anak-anak di bawah usia 12 tahun gratis dengan ketentuan pembelian dilakukan bersama tiket dewasa lainnya). Sedangkan untuk paket lain dengan pilihan kunjungan yang lebih terbatas harga lebih murah.
– Jadwal kunjungan di dalam istana Alhambra terbatas dan dibagi menjadi beberapa sesi. Jika ingin murah, bisa ambil jadwal kunjungan di sore atau malam hari.
– jika tidak sempat membeli tiket secara online, datanglah pagi-pagi sekali untuk mengantri langsung di loket yang ada di Alhambra. Biasanya antrian sangat panjang dan jumlah tiket yang dijual juga terbatas maksimum 5 tiket per orang
– Atau jika malas antri, bisa juga membeli melalui agen wisata dengan harga yang lebih tinggi.

Walking Tour Albayzin & Sacromonte

Pertimbangkan juga untuk mengambil walking tour Albayzin dan Sacromonte. Tour ini menjelajahi perkampungan Albayzin dengan berjalan santai sehingga dapat melihat dengan detail suasana, sejarah dan gaya hidup masyarakat di sana pada masa bangsa moor dan sesudahnya. Tour ini dilakukan sekitar 3-4 jam berjalan santai sambil mendengarkan penjelasan dari Tour Guide.

Penginapan di Granada

Penginapan banyak tersedia di Granada, Anda bebas memilih lokasi tengah kota, perkampungan albayzin atau di dekat istana Alhambra. Tarif penginapan relatif murah dibanding kota besar Eropa.

Kami pada saat itu memilih menginap di hotel Guadalupe yang berjarak 100 m dari gerbang istana Alhambra dengan pemandangan ke perkampungan albayzin. Bangunan ala Spanyol dengan susana lampu temaram di bagian lobi. Sewa kamar bisa melalui dari Agoda atau booking.com

————————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *